Kamis, 16 Juni 2016

TELADANILAH CARA BERDA'WAHNYA PARA SALAF

Guru Kita Alhabib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz Menceritakan:

"Saya Mendapatkan Cerita Dari Seseorang Yang Sudah Lanjut Usianya, Telah Meninggal 3 Tahun Yang Lalu, Ia Tinggal Di Negeri Uganda.

Orang Tua Tersebut Berkata : "Saya Mendapatkan Surat Dari Seorang Sayyid Al Habib Said Albid Dia Menulis Surat Kepada Saya Dan Bertanya : "Di Negeri Kamu Ada Orang Yang Beragama Islam Kah?"

Maka Saya Menjawab : "Tidak Ada Di Negeriku Orang Islam Selain Aku,Hanya Aku Saja Yang Beragama Islam, Masyarakatnya Semua Non Muslim".

Maka Alhabib Said Albid Berkata: "Tolong, Carikan Saya Tanah Di Negerimu Itu ,Saya Mau Berdagang Di Negerimu & Ingin Pindah Di Kota Itu". Kampung Tersebut Namanya "Arwak", Berada Di Perbatasan Kongo & Zaire. "

Maka Aku Pun Memilihkan Tempat Untuk Di Jadikan Toko, Dan Habib Itu Tinggal Di Tempat Itu. Jika Sholat 5 Waktu, Hanya Berdua Saja, Karena Memang Tidak Ada Seorang Muslim Pun Bersama Kita".

Kalau Ada Orang Datang Ke Tokonya Untuk Membeli Beras, Maka Habib Itu Menghadiahkan Minyak Juga, Maka Si Pembeli Pun Berkata : "Mengapa Ketika Saya Membeli Beras,Engkau Memberikan Ku Minyak Juga???"

Dijawab Oleh Habib Itu : "Ketika Engkau Memasak Beras , Engkau Pun Juga Butuh Minyak Untuk Memasak Bumbunya, Maka Ku Berikan Juga Minyak Nya Untuk Mu".

Kalau Ada Orang Membeli Teh, Maka Habib Itu Menambahkan Gulanya Gratis Diberikan Pada Sang Pembeli Itu.

Ditanya Habib Itu : "Saya Cuma Membeli Teh,Kenapa Engkau Memberikan Saya Gula Juga???" Menjawab Habib Itu : Engkau Pun Akan Memerlukan Gula Saat Membuat Teh.

Maka Masyarakat Situ Terheran Heran Dengan Kebaikan Habib Ini. Maka Orang Orang Pun Bertanya Tanya Pada Sang Habib :
"Engkau Tinggal Disini Untuk Berdagang, Namun Mengapa Engkau Selalu Memberi Kepada Kami Bukan Mencari Keuntungan???

Setiap Kali Di Tanya Maka Habib Itu Selalu Berkata:
"Agama Ku Mengajarkan Dan Memerintahkan Seperti Ini Dan Itu.......". "Masyarakat Pun Bertanya : "Apa Agamamu Yang Mengajarkan Dan Memerintahkan Seperti Ini???" Maka Di Jawab Oleh Habib Itu : Agama Ku ISLAM & Dijelaskan Kepada Masyarakat Itu Tentang ISLAM.

Maka Di Negeri Itu Mulai Tersebar Tentang ISLAM,
Dari Situ Datanglah Para Sesepuh Di Negeri Tersebut Menemui Sang HABIB Dan Berkata:

Agama Mu Ini Menarik, Kami Tertarik Dengan Agamamu,Namun Kami Ini Kan Orang Tua, Kami Ini Jadi Contoh Masyarakat Disini, Kalo Kami Mengikuti Agama Mu, Kami Akan Malu.

Maka Berkata Habib Itu : "Kalo Begitu, Berikan Anak Anak Kalian Kepada Ku, Akan Aku Ajarkan Yang Baik Baik". Mereka Pun Memberikan Anak Anak Nya Kepada Habib Itu Untuk Di Ajarkan Kebaikan.
Maka Habib Itu Memulai Dakwah Nya Dengan Mengenalkan Islam, Mengajarkan Ngaji, Sholat Dan Akhlak Akhlak Yang Mulia. Dan Ketika Keluarga Mereka Melihat Perubahan Pada Anak Anak Nya Semakin Baik Dan Santun Serta Mulia Akhlaknya Kepada Orang Tua Mereka, Dan Dalam Lingkungannya.

Maka Para Sesepuh Pun, Menemui Habib Itu Dan Ingin Mengikuti Agama Islam.

Maka Ketika Semakin Banyak Masyarakat Yang Memasuki Agama Islam, Mulailah Didirikan MASJID Dan Sholat Jumat Berjamaah Di Masjid Itu.

Dan Alhamdulillah Saya(Alhabib Umar Bin Hafidz) Sudah Datang Ke Negeri Tersebut, Saya Ditunjukkan Ini Toko Nya Dulu Dan Masjid Yang Didirikannya Untuk Sholat Jumat.Negeri Tersebut Karena Terlalu Jauh Dari Kota, Maka Tidak Ada Sumber Listrik Memasuki Negeri Itu, Dan Kalo Malam Tiba, Mereka Memakai Obor Untuk Menunjukkan Tempat Tempat Itu.

Ketika Muslimin Telah Tersebar Dikota Itu Dan Sholat Jumat Juga Telah Berjalan. Maka Alhabib Said Albid Berkata Kepada Temannya: "Di Negeri Ini Muslimin Telah Tersebar Luas Dan Sholat Jumat Telah Berjalan. Beritahukan Saya Suatu Negeri Lagi Yang Tak Ada Muslimin Disana, Saya Ingin Pindah Ke Sana".

Catatan :
"Hingga Saat Ini Di Negeri Arwak 100% Penduduknya Semuanya Beragama ISLAM". Inilah Cara Berda'wah Yg Di Ajarkan Oleh Rosululloh SAW. Jalannya Para Salafunashsholihin.
Jika Ingin Menyenangkan Hati Nabi, Teladanilah Cara Berda'wahnya Para Salaf, Jgn Hanya Cari Lahan Basah.

Allahuma Sholi 'Ala Sayidina Muhammad Nabiyil Umiyi Wa 'Alihi Wa Shohbih..

KAROMAH IHYA ULUMIDDIN



Seorang Imam Bernama Ibnu Hirzihim Membaca Magnum Opusnya Imam Ghazali Yang Berjudul "Ihya' Ulumiddin", Ia Merasa Risih Dan Tidak Menyetujui Sehuruf pun Dari Apa Yang Dipaparkan Imam Ghazali. Terlebih Kitab Itu Mengandung Banyak Hadits Maudhu' Sebagaimana Pernyataan Banyak Orang, Kecuali Imam Nawawi, Seorang Muhaddits Termasyhur Itu Justru Menegaskan Bahwa Ihya' Ulumiddin Hampir Menjadi Qur'an !!

Walhasil, Imam Ibnu Hirzihim Mengundang Sejumlah Ulama' Setempat Untuk Bersama-Sama Membedah Kitab Ihya' Ulumiddin Karya Imam Al-Ghazali Ra. -Yang Sudah Lama Meninggal Dunia-.

Hasil Dari Pembedahan Itu Melaporkan Hal Yang Tidak Jauh Berbeda Dari Pendapat Imam Ibnu Hirzihim Bahwa Kitab Itu Penuh Penyesatan Dan Khurafat. Para Ulama' Yang Hadir (Dipimpin Imam Ibnu Hirzihim) Sepakat Untuk Mengumpulkan Semua Kitab Ihya' Ulumiddin Dan Membakarnya Secara Masal Di Hari Jum'at !!

Cerita Ini Kiranya Perlu Saya Kemukakan Karena Sekarang Banyak Yg Menghujat Imam Ghazali Dan Karyanya Terutama Ihya Ulumiddin Dg Harapan Semoga Dapat Menjadi Pelajaran Yang Cukup Bahwa Allah Swt. Sangat Cemburu Terhadap Para Kekasihnya. 

Allah Tidak Akan Pernah Membiarkan Musuh-Musuh Auliya'nya Berceloteh Sesuka Nafsu Mereka. 

Sungguh Benar Sabda Baginda: "Barang Siapa Memusuhi Wali-Wali Allah Maka Ia Telah Menantang Peperangan Dengan Allah". 

Dan Dalam Sebuah Hadits Qudsi, Allah Sendiri Berfirman: "Barang Siapa Berani Memusuhi Waliku Maka Aku Akan Mendeklarasikan Bahwa Ia Patut Diperangi" !!, 

Berikut Lanjutan Kisahnya:Tepatnya, Malam Jum'at, Sebelum Pembakaran Masal Ihya' Ulumiddin Dilangsungkan, Imam Ibnu Hirzihim Bermimpi Memasuki Sebuah Masjid Dan Menjumpai Imam Ghazali Duduk Menghadap Rasulullah, Saidina Abu Bakr Dan Saidina Umar. 

Imam Ghazali Saat Itu Mengadu Kepada Rasulullah Dan Kedua Sahabat Mulia Itu Tentang Persekusi Total Imam Ibnu Hirzihim Terhadap Magnum Opusnya.
Imam Ghazali Berjanji Jika Kitabnya Sesat Maka Ia Segera Bertaubat, Namun Jika Imam Ibnu Hirzihim Keliru, Maka Ia Meminta Haknya Secara Adil Sebelum Buku Terampuhnya Berubah Menjadi Abu

.هذا خصمي يا رسول الله فإن كان الأمر كما زعم تبت إلى الله، وإن كان شيئاً حصل لي من بركتك واتباع سنتك فخذ لي حقي من خصمي.

Rasulullah Kemudian Membaca Kitab Ihya' Ulumiddin Dari Baris Dan Halaman Pertama Sampai Titik Terakhir. Selepas Membacanya, Beliau Bersabda:

: والله إن هذا لشيء حسن"

Demi Allah, Buku Ini Sungguh Mulia".

Selanjutnya Saidina Abu Bakr Pun Tertarik Membacanya, Setelah Habis Menelaahnya, Beliau Menanggapi:

"Demi Allah Yang Mengutus Nabi Muhammad Dengan Benar, Buku Ini Sungguh Mulia".

Lalu Saidina Umar Pun Turut Membacanya Seraya Bersaksi:

: نعم والذي بعثك بالحق إنه لشيء حسن"

Demi Allah Yang Mengutus Nabi Muhammad Dengan Benar, Buku Ini Sungguh Mulia".

Mimpi Imam Ibnu Hirzihim Ini Benar-Benar Dahsyat Dan Unbelievable, Rasulullah Saw. Kemudian Memanggil Imam Ibnu Hirzihim (Dalam Mimpi) Dan Memerintahkannya Untuk Melepas Baju Agar Dicambuk Sampai Kapok. Bersiap-Siaplah Imam Ibnu Hirzihim Menerima Sangsi Dari Rasul Atas Kelancangan Dan Kenekadannya Memusuhi Para Kekasih Tuhan. 

Setelah Cambukan Yang Kelima Kalinya, Saidina Abu Bakr Mencoba Memohonkan Ampun Untuknya:

يا رسول الله لعله ظن فيه خلاف سنتك فأخطأ في ظنه

"Wahai Rasulullah, Mungkin Saja Dia Ingin Membela Sunnahmu Tapi Prediksinya Salah". 

Imam Ghazali Menyetujui Usulan Saidina Abu Bakar Dan Rasul Pun -Dengan Rahmat Beliau- Memenuhi Permohonan Itu. 

Akhirnya, Imam Ibnu Hirzihim Terjaga Dari Tidurnya. Kebutan Detak Jantungnya Semakin Gila. Rasa Gelisahnya Semakin Menjadi-Jadi Oleh Apa Yang Ia Saksikan Dalam Mimpinya. Dan Yang Lebih Merindingkan Bulu, Luka-Luka Akibat Cambukan Baginda Nampak Jelas Di Punggungnya.

Darahnya Masih Mengalir Menjeritkan Hati Dan Perasaannya. Air Matanya Pun Terjun Membasahi Tubuhnya. Tanpa Berpikir Pendek Sekalipun, Ia Segera Menceritakan Apa Yang Ia Alami Kepada Seluruh Tokoh Dan Masyarakatnya. Ia Bersaksi Bahwa Karya Imam Ghazali Adalah Kitab Suci Yang Mulia. 

Jika Ada Yang Belum Mempercayai Mimpinya, Maka Luka Di Punggungnya Sebagai Bukti Paling Nyata. Luka Itupun Terus Menyakiti, Dan Rasa Sakit Itu Terus Menemani Hingga Berbulan-Bulan Lamanya !!

Imam Ibnu Hirzihim Telah Bertaubat. Ia Sadar Bahwa Memusuhi Auliya' Adalah Kriminal Yang Amat Besar. Ia Kembali Mengkaji Dan Mengamalkan Kitab Ihya' Ulumiddin Serta Mengajarkannya Kepada Khalayak Umat. Selepas Itu, Rasulullah Tiba-Tiba Datang Menjumpainya Dan Menghapus Luka Punggung Dan Hatinya, Dan Akhirnya Ia Bebas Dari Segala Belenggu Yang Telah Lama Menghantui Perasaannya.

Diakhir Hayat Beliau, Diceritakan Dengan Sanad Yang Shahih Dari Syeikh Abu Hasan As-Sadili Bersaksi Bahwa Luka Tersebut Masih Tampak Jelas Dipunggung Hirzihim Ketika Ia Wafat. Beliau Berkata: 

:  ولقد مات الشيخ أب  
و الحسن ابن حرزهم يوم مات وأثر السياط ظاهرعلى ظهره

Demikian Ceritera Syekh Abdul Qadir Al-Idrus Ba Alawi Dalam Bukunya"Ta'rif Al-Ahya' Bi Fadha'il Al-Ihya'".

Semoga Bermanfaat....

LAILATUL QADAR BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI PARA ULAMA TASHAWWUF



PERTAMA :

Dalam Kitab I’anatuththaalibiin Juz II Halaman 257, Cetakan Al ‘Alawiyyah Semarang :

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر،
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين.
أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين.
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين.
أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين.
أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين.

Jika Awal Ramadhan Hari Ahad Atau Rabu Maka Lailatul Qodar Malam 29

Jika Awal Ramadhan Hari Senin Maka Lailatul Qodar Malam 21

Jika Awal Ramadhan Hari Selasa Atau Jumat Maka Lailatul Qodar Malam 27

Jika Awal Ramadhan Hari Kamis Maka Lailatul Qodar Malam 25

Jika Awal Ramadhan Hari Sabtu Maka Lailatul Qodar Malam 23


KEDUA :

Dalam Kitab Hasyiyah Ash Shaawi ‘Alal Jalaalain Juz IV Halaman 337, Cetakan Daar Ihya Al Kutub Al ‘Arabiyyah :

فعن أبي الحسن الشاذلي إن كان أوله الأحد فليلة تسع وعشرين ، أو الإثنين فإحدي وعشري أو الثلاثاء فسبع وعشرين أو الأربعاء فتسعة عشر أو الخميس فخمس وعشرين أو الجمعة فسبعة عشر أوالسبت فثلاث وعشرين


Jika Awal Ramadhan Hari Ahad Maka Lailatul Qodar Malam 29

Jika Awal Ramadhan Hari Senin Maka Lailatul Qodar Malam 21

Jika Awal Ramadhan Hari Selasa Maka Lailatul Qodar Malam 27

Jika Awal Ramadhan Hari Rabu Maka Lailatul Qodar Malam 19

Jika Awal Ramadhan Hari Kamis Maka Lailatul Qodar Malam 25

Jika Awal Raamadhan Hari Jumat Maka Lailatul Qadar Malam 17

Jika Awal Raamadhan Hari Sabtu Maka Lailatul Qadar Malam 23


KETIGA :

Dalam Kitab Hasyiyah Al Bajuri ‘Ala Ibni Qaasim Al Ghaazi Juz I Halaman 304 , Cetakan Syirkah Al Ma’arif Bandung :


وذكرو لذلك ضابطا وقد نظمه بعضهم بقوله
: وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة ¤ ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر .
وإن كان يوم السبت أول صومنا ¤ فحادي وعشرين اعتمده بلا عذر
. وإن هل يوم الصوم في أحد ففي ¤ سابع العشرين ما رمت فاستقر
. وإن هل بالأثنين فاعلم بأنه ¤ يوافيك نيل الوصل في تاسع العشري
. ويوم الثلاثا إن بدا الشهر فاعتمد ¤ علي خامس العشرين تحظي بها فادر .
وفي الإربعا إن هل يا من يرومها ¤ فدونك فاطلب وصلها سابع العشري .
ويوم الخميس إن بدا الشهر فاجتهد ¤ توافيك بعد العشر
في ليلة الوتر .


Jika Awal Ramadhan Hari Jumat Maka Lailatul Qodar Malam 29

Jika Awal Ramadhan Hari Sabtu Maka Lailatul Qodar Malam 21

Jika Awal Ramadhan Hari Ahad Maka Lailatul Qodar Malam 27

Jika Awal Ramadhan Hari Senin Maka Lailatul Qodar Malam 29

Jika Awal Ramadhan Hari Selasa Maka Lailatul Qodar Malam 25

Jika Awal Raamadhan Hari Rabu Maka Lailatul Qadar Malam 27

Jika Awal Raamadhan Hari Kamis Maka Malam Ganjil Setelah Malam 20

Wallaahu A’lamu Bishshowaab...


Semoga Bermanfa’at.

HIDUP SEHAT TERHINDAR DARI STROKE & SEGALA PENYAKIT BERKAH DOA NABI SAW ( M.A.V~313 )



Diriwayatkan Oleh Abu Dawud Dari Aban Dari Ayahnya Dzinnurain (Utsman) RA:

 Aku Mendengar Rasulullah Bersabda Barang Siapa Membaca

بِسمِ اللّٰهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم
 

Tiga Kali Di Waktu Sore Maka Ia Tidak Akan Terkena Musibah Yang Mendadak Hingga Pagi Hari, Dan Barang Siapa Membacanya Pada Pagi Hari Ia Tidak Akan Terkena Musibah Hingga Malam Hari.

Sayyidina Qabishah Seorang Sahabat Yang Sudah Berusia Lanjut Berkata, Aku Mendatangi Rasulullah, Lalu Beliau Berkata," Wahai Qabishah, Ada Apa Gerangan Engkau Mendatangiku?, 


Aku Jawab, Usiaku Sudah Tua, Tulangku Rapuh, Aku Mendatangimu Agar Kau Ajarkan Padaku Sesuatu Yang Bermanfaat Untukku."
Nabi SAW Bersabda," Wahai Qabishah Untuk Urusan Duniamu, Setelah Shalat Subuh Maka Bacalah Tiga Kali,"


سُبْحَانَ اللّٰه العَظِيم ولا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إلاَّ بالله

Maka Engkau Akan Diselamatkan Dari Penyakit Lepra, Buta Dan Lumpuh(Stroke)."


Dan Untuk Akhiratmu Bacalah,"


اللهمَّ اهْدِنِي مِنْ عِنْدِك وَاَفِضْ عَليَّ مِنْ فَضْلِكَ، وَانْشُرْ عَلَيَّ مِن رَحْمتِكَ، واَنْزِلْ عَليَّ مِنْ بَرَكاتِكَ
 

Ya Allah Beri Aku Petuntuk Dari Sisi-Mu, Curahkan Padaku Anugerah-Mu, Dan Limpahkan Rahmat-Mu Padaku, Turunkan Keberkahan-Mu Untukku.

Mencegah Lebih Baik Dari Pada Berobat, Apalagi Doa - Doa Ini Diajarkan Oleh Baginda Rasulullah SAW, Pembacanya Terhitung Ibadah.

DOA TOLAK SEGALA MUSIBAH ( M.A.V~313 )



Ibnu as-Sunni meriwayatkan dari al-Hasan ia berkata," Kami sedang duduk bersama seorang sahabat Nabi SAW, tiba-tiba datanglah seseorang mengatakan kepadanya, tolonglah rumahmu terbakar, sahabat tersebut berkata: tidak demi Allah rumahku tidak terbakar!!, si pemberi   kabar pun mengulang apa yang dikatakannya, rumahmu terbakar, Sahabat itu bersumpah atas nama Allah rumahnya tidak terbakar, lalu ia berkata," sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW berkata, barang siapa membaca di waktu pagi,"

ربَّيَ اللّٰهُ لاَ اِلهَ ِالاَّ هُو، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ، مَا شَاءَاللهُ كَانَ وَما لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوّةَ إِلَّا باللهِ العلِيِّ العَظِيم، أَشْهَدُ أنَّ اللّٰهَ عَلىَ كُلِّ شيءٍ قَدِير، وأَنَّ اللّٰهَ قَدْ أحَاطَ بِكُلِّ شَيءٍ عِلْمًا، أَعوذُ بِالّذِي يُمْسِكُ السَّماءَ أن تَقَعُ علىَ الارْضِ إِلَّا بإذنِهِ، من شرِّ كُلِّ دَابَّةٍ رَبِّي آخذٌ بِنَصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Tidak akan tertimpa pada dirinya, tidak pula keluarganya dan tidak pula hartanya sesuatu yang tidak disukainya, dan aku telah membacanya hari ini, mari kita lihat, maka mereka semua bangun dan mendatangi rumahnya, telah terbakar seluruh rumah disekitar rumahnya, namun rumah sahabat tersebut tidak terkena apapun.

Catatan:
Begitu dahsyat doa yg diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW, dan betapa kuat keyakinan sahabat pada ajaran Rasulullah SAW,
coba bandingkan dengan kita, asal diri dan harta kita selamat kita tidak peduli lagi apakah itu cara halal atau tidak?!

Kita lebih merasa aman dengan jaminan manusia dibanding jaminan Allah dan Rasulullah, kita lebih mengandalkan asuransi dibanding doa. Padahal asuransi hanya menanggung biaya jika terjadi sesuatu, adapun doa Nabi SAW menjamin keselamatan dan bonus pahala utk simpanan di akhirat kelak.

Ya Allah beri kami keimanan yang kokoh dan keyakinan yang mantap sebagaimana keimanan dan keyakinan para sahabat Nabi SAW.