Kamis, 12 Mei 2016

FADILAH MEMBACA SURAT AL-FATIHAH, AL-IKHLAS, AL-MU'AWWIDZATAIN (ALFALAQ & AN-NAAS)

FADILAH MEMBACA SURAT AL-FATIHAH, AL-IKHLAS, AL-MU'AWWIDZATAIN (ALFALAQ & AN-NAAS)
                                                                 

Diriwayatkan Barang Siapa Yang Membaca Surat AL-Fatihah,Al-Ikhlas, Al-Mu'awwidzatain (Alfalaq & An-Naas) Masing" 7x Setelah Salam Dari Shalat Jum'at Dan Sebelum Melipat Kakinya
( Merubah Posisi Duduk Stlh Salam) Serta Belum Berbicara Apapun, Maka Allah Akan Mengampuni Segala Dosa Yang Telah Berlalu Dan Diberi Pahala Sebanyak Pahala Orang2 Yang Beriman Kepada Allah Dan Rasul-Nya.

Dalam Riwayat Lain Dijaga Dari Keburukan Hingga Jum'at Yang Akan Datang Serta Akan Dilindungi Perkara Agamanya, Dunianya Istri Dan Anak - Anaknya.  Imam Al-Ghazali Berkata:

Bacalah Do'a Ini Setelah Membaca Surat-Surat Tersebut :

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻳﺎﻏﻨﻲ ﻳﺎ ﺣﻤﻴﺪ، ﻳﺎ ﻣﺒﺪﺉ ﻳﺎ ﻣﻌﻴﺪ، ﻳﺎ ﺭﺣﻴﻢ ﻳﺎ ﻭﺩﻭﺩ، ﺃﻏﻨﻨﻲ ﺑﺤﻼﻟﻚ ﻋﻦ ﺣﺮﺍﻣﻚ، ﻭﺑﻔﻀﻠﻚ ﻋﻤﻦ ﺳﻮﺍﻙ، ﻭﺑﻄﺎﻋﺘﻚ ﻋﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻚ

Imam Asy-Syarqowi Berkata : Barangsiapa Yang Senantiasa Melanggengkan Doa Tersebut Dan Surat-Surat Yang Telah Disebutkan Tadi, Allah Akan Mencukupinya Dan Memberikan Kepadanya Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka,Mengampuni Segala Dosanya Dan Melindungi Urusan Agama,Dunianya Serta Istri Dan Anak-Anaknya..

Refrensi : BUSYROL KARIM SYARAH MUQODDIMAH HADHROMIYYAH 1/398 :

ﺗﺘﻤﺔ : ﻭﺭﺩ : " ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ( ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ) ﻭ ( ﺍﻹﺧﻼﺹ ) ﻭ ( ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ) ﺳﺒﻌﺎً ( ﺳﺒﻌﺎً ﻋﻘﺐ ﺳﻼﻣﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺜﻨﻲ ﺭﺟﻠﻪ، ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ﻭﻣﺎ ﺗﺄﺧﺮ، ﻭﺃﻋﻄﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﺟﺮ ﺑﻌﺪﺩ ﻣﻦ ﺁﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ " ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻻﺑﻦ ﺍﻟﺴﻨﻲ ﺑﺈﺳﻘﺎﻁ ( ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ) ﺑَﻌُﺪَ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺍﻷﺧﺮﻯ، ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺯﻳﺎﺩﺓ : " ﻭﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺣﻔﻆ ﻟﻪ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺩﻧﻴﺎﻩ ﻭﺃﻫﻠﻪ ﻭﻭﻟﺪﻩ ".

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ( : ﻭﻗﻞ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻳﺎﻏﻨﻲ ﻳﺎ ﺣﻤﻴﺪ، ﻳﺎ ﻣﺒﺪﺉ ﻳﺎ ﻣﻌﻴﺪ، ﻳﺎ ﺭﺣﻴﻢ ﻳﺎ ﻭﺩﻭﺩ، ﺃﻏﻨﻨﻲ ﺑﺤﻼﻟﻚ ﻋﻦ ﺣﺮﺍﻣﻚ، ﻭﺑﻔﻀﻠﻚ ﻋﻤﻦ ﺳﻮﺍﻙ، ﻭﺑﻄﺎﻋﺘﻚ ﻋﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻚ (

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺮﻗﺎﻭﻱ ( : ﻣﻦ ﻭﺍﻇﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺭﺑﻊ ﻣﺮﺍﺕ ﻣﻊ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ .. ﺃﻏﻨﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺭﺯﻗﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻻ ﻳﺤﺘﺴﺐ، ﻭﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻭﻣﺎ
ﺗﺄﺧﺮ، ﻭﺣﻔﻆ ﻟﻪ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺩﻧﻴﺎﻩ ﻭﺃﻫﻠﻪ ﻭﻭﻟﺪﻩ      (

I'anah Ath-Tholibin 2/105
Hasyiyah Jamal Alal Manhaj 2/37
Nihayah Al-Muhtaj 2/328
Tuhfah Al-Muhtaj 2/464

 
ذكره الغزالي في الإحياء قائلا: فإذا فرغ من الجمعة قرأ الحمد لله سبع مرات قبل أن يتكلم، وقل هو الله أحد والمعوذتين سبعا سبعا، وروي عن بعض السلف أن من فعله عصم من الجمعة إلى الجمعة وكان حرزا له من الشيطان. انتهى.

Ketika Ditanya Alhabib Ahmad Ibn Hasan Al Athas Ttg Mendahulukan Pembacaan Tasbih Daripada Surat – Surat  Alqur'an Yg Dibaca Tujuh Kali Selepas Sholat Jum'at Beliau Menjawab:"Bahwa Alhabib Abdullah Bin Alwi Alhaddad Tidak Memandang Buruk Bagi Pemisahan Antara Sholat Dan Pembacaan Surat 7 Kali,Dan Beliaupun Berkata " Sesungguhnya Sebagian Banyak Para Salafuna Sholeh Mewasiatkan Hendaknya Jangan Kalian Lewatkan Selepas Sholat Jum'at Untuk Membaca 7 Kali Surat Tersebut Dengan Pemisah Yg Lama.

(Tadzikurun Nas Hal 173 Bab Solat Jum'ah Lil Habib Ahmad Ibn Hasan Al Athas Ra)

Dalam Kitab Al Adzkar Imam Nawawi Ra Disebutkan Daripada Riwayat Sy Aisyah Ra,Telah Bersabda Nabi Saw "Barang Siapa Yg Membaca Selepas Sholat Jum'at Surat Al Ikhlas 7 Kali,Surat Al Alaq 7 kali,An Annas 7 kali,Maka Allah Akan Melindunginya Dari Segala Mara Bahaya Sampai Jum'at Yg Akan Datang.Riwayat Yg Lain Dgn Tambahan Membaca 7 Kali Fatehah.

Rabu, 11 Mei 2016

ANJURAN MENCINTAI AHLUL BAIT DAN PERINGATAN MEMBENCI MEREKA

بسم الله الرحمن الرحيم
1. Termasuk Ayat Al-Qur'an Yang Menunjukkan Atas Kewajiban Mencintai Ahlul-Bait Nabi
صلى الله عليه   وسلم

Adalah Firman Allah SWT :

قل لا أسئلكم عليه أجرا إلا المودة في القرب ( الشورى :( 23

"Katakan: "Aku Tidak Meminta Kepadamu Sesuatu Upahpun Atas Seruanku Kecuali Kasih Sayang Dalam Kekeluargaan".
( Q.S. As-Syura: 23 ) 
< Al-Ajwibah Al-Ghaliyah: 184 >

2. Mencintai Orang Yang Dicintai Oleh Nabi  صلى الله عليه وسلم  Seperti Keluarga Dan Para Sahabatnya Radiyallahu Anhu Adalah Tanda Cinta Kepada Nabi  صلى الله عليه وسلم, Sebagaimana Mencintai Nabi صلى الله عليه وسلم  Adalah Tanda Cinta Kepada Allah SWT.
< As-Shawaiq Al-Muhriqah: 324 >

3. Barang Siapa Yang Mengaku Cinta Kepada Allah SWT Dan Rasul-Nya SAW, Sedangkan Dia Membenci Ahlul-Baitnya (Keluarganya) Nabi SAW, Maka Orang Itu Dimisalkan Seperti Orang Yang Berkata: "Sungguh Aku Mencintaimu Wahai Fulan, Akan Tetapi Aku Membenci Keluargamu".
< Al-Qirthas: 1/119 >

4. Imam Syafi'i Mempunyai Ayair:

يا أهل بيت رسول الله حبكم # فرض من الله في القرآن أنزله
Wahai Keluarga Nabi, Mencintaimu Adalah Sebuah Kewajiban Dari Allah Yang Ada Dalam Al-Qur'an Yang Telah Di Turunkan-Nya

كفا كم من عظيم القدر أنكم # من لم يصل عليكم لا صلاة له
Cukuplah Sebagai Keagungan Martabatmu, Bahwasannya Orang Yang Tidak Bersholawat Kepadamu, Maka Tidak Ada Sholat (Yang Dihukumi Sah Atau Yang Sempurna ) Bagi Orang Itu.
< I'anatuth-Thalibin : 1/29 >

5. Diriwayatkan Dari Abu Bakar As-Shiddiq RA Bahwasannya Beliau Berkata:

ارقبوا محمد صلى الله عليه و سلم في أهل بيته
"Jagalah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم Pada Ahlulbaitnya". Arti "Jagalah" Adalah Perhatikan Mereka Dan Hormatilah Mereka. < Riyadhus-Shalihin: Hadits No: 347 >

6. Hadits Shahih Dari Abu Bakar RA Bahwasannya Beliau Berkata Kepada Ali Karramallah Wajah: "Demi Dzat Yang Memiliki Jiwaku, Sungguh Kerabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم Lebih Aku Cintai Untuk Aku Sambung Ketimbang Para Kerabatku Sendiri".
< Ash-Shawaiq Al-Muhriqah: 354 >

7. Syekh Al-Imam Fadhl Bin Abdullah Bin Fadhl Berkata: "Telah Keluar Dariku Sebuah Kalimat Yang Aku Bersyukur Atasnya Kepada Allah, Aku Berkata: "Barang Siapa Yang Tidak Berprasangka Baik Kepada Keluarga Bani Alawi, Maka Tidak Ada Kebaikan Padanya".
< Syarh Al-Ainiyyah: 130 >

8. Hasan Al-Basri Pernah Berkata: "Sungguh Kasihan Orang-Orang Yang Telah Membunuh Sayyidina Husain RA. Seandainya Mereka Masuk Surga Dengan Anugerah Dari Allah SWT, Bagaimana Salah Seorang Mereka Berani Bertemu Dengan Nabi صلى الله عليه وسلم،  Sedangkan Dia Telah Membunuh Cucu Beliau.

Demi Allah, Seandainya Aku Punya Andil Dalam Pembunuhan Sayyidina Husain, Lalu Aku Diberi Pilihan Antara Surga Dan Neraka, Niscaya Aku Akan Memilih Neraka Karena Aku Takut Nabi صلى الله عليه وسلم Akan Memandangku Di Surga Dengan Pandangan Marah Yang Akan Menyakitiku Dan Menyakiti Beliau".
< Tanbihul-Mughtarrin: 19 >

*Keistimewaan Al Imam Fakhrul Wujud Asy-Syaikh Abu Bakar Bin Salim*



*Keistimewaan Al Imam Fakhrul Wujud Asy-Syaikh Abu Bakar Bin Salim*
(Wali besar Hadramaut sepanjang masa)


Suatu hari seorang wanita mendatangi rumah Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abi Bakar bin Salim ra. Maksud kedatangan wanita itu adalah untuk memberikan semangkuk bubur gandum kepada Al Imam. Ia telah membuat bubur tersebut semalam suntuk, khusus untuk diberikan kepada Al Imam. Ketika wanita itu sampai di depan pintu rumah Al Imam,
maka penjaga pintu berkata: "Ibu mau kemana?"

Wanita itu berkat: "Aku ingin menghadiahkan semangkuk bubur ini untuk Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim."

Maka penjaga itu berkata: "Wahai ibu, lebih baik makanan ini anda sedekahkan saja kepada para fuqara, karena setiap hari di dapur Al Imam selalu dipenuhi dengan sembelihan kambing dan berbagai macam makanan yang dimasak setiap harinya."

Wanita itu pun merasa kecewa, namun menyadari apa yang telah dikatakan oleh penjaga itu, karena pastilah semangkuk bubur itu tidaklah ada artinya bagi Al Imam Fakhrul Wujud.

Ia pun kemudian pergi, meninggalkan rumah Al Imam. Al Imam Fakhrul Wujud adalah seorang yang memiliki firasat yang sangat tajam. Saat itu Al Imam Fakhrul Wujud sedang duduk bersama para tamunya. Tiba-tiba saja beliau keluar dan berlari untuk mengejar wanita yang tadi mendatangi rumahnya, seraya memanggil: "Wahai ibu! Apa yang engkau bawa?" Penjaga pintu itu kaget dan terheran, karena baru pertama kali ini ia melihat Al Imam berlari.

Maka ibu itu berkata: "Wahai Imam, aku membawa semangkuk bubur ini, yang kubuat semalaman hanya untuk kuberikan kepadamu, namun penjagamu mengatakan bahwa semangkuk bubur ini, tidaklah berarti untukmu, karena di dapur rumahmu telah dipenuhi banyak sekali makanan yang lebih baik. Maka sebaiknya bubur ini kusedekahkan saja kepada fakir miskin."

Beliau berkata: "Wahai Ibu, maafkanlah penjaga pintu itu, karena ia tidak tau kesukaanku. Ketahuilah! Tidak ada hadiah yang lebih membuatku gembira, selain hadiah bubur darimu ini, semoga Allah membalas kebaikanmu."

Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim pun menerima makanan itu dengan gembira lalu Beliau memberikan kepada wanita itu 1000 dinar. Wanita itupun berbunga-bunga hatinya, bukan karena uang 1000 dinar yang ia terima, tetapi karena Al Imam mau menerima hadiah darinya yang tidak seberapa tersebut.

Al Imam Syeikh Abi Bakar bin Salim kembali kepada penjaganya dan berkata: "Tahukah Engkau bahwa ibu itu telah bersusah payah membuatkan makanan ini untukku, walaupun hanya sedikit. Maka seperti itulah keadaanku di hadapan Allahu shubhânahu wa ta‘âlâ, yang mana aku telah beribadah semampuku namun tidak ada artinya di hadapan Allah, dan jika engkau mengusir ibu itu, bagaimana jika nantinya jika aku terusir dari rahmat Allah?"

MasyaAllah Tabarakallah




 
Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengasihi… kasihanilah kami, Selamatkanlah kami, ampunkan Kami.

Bantulah kami utk mentaati dan bersyukur kepadaMu. Ya Allah Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan yang Maha Menjaga, demi berkat dan keagunganMu keutamaanMu kedermawananMu dan kemurahanMu Ya Allah.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengasihi… kasihanilah kami, Selamatkanlah kami, ampunkan Kami.

Bantulah kami utk mentaati dan bersyukur kepadaMu. Ya Allah Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan yang Maha Menjaga, demi berkat NabiMu Junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengasihi… kasihanilah kami, Selamatkanlah kami, ampunkan Kami.

Bantulah kami utk mentaati dan bersyukur kepadaMu. Ya Allah Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan yang Maha Menjaga, demi berkat Saadah ( junjungan- junjungan ) kami Abu Bakar,Umar, Ustman dan Ali Semoga Allah meridhoi mereka.